Sabtu, 06 Agustus 2016

SEDULUR vs PASEDULURAN



Manakah yang lebih baik?. 
Sedulur/Saudara atau Paseduluran/Persaudaraan?
Manakah yang lebih membahagiakan? 
Sedulur atau paseduluran?
Apakah bermakna sama, atau ada perbedaan dari kedua kata tersebut?
Sebagai orang awam, karena tidak pernah sekolah, kedua orangtuaku memberikan definisi, yang menurut pendapatku definisi yang disampaikan kepadaku sangat logis.
a.       Sedulur/saudara/شقيق, adalah semua orang yang terhubung karena adanya pertalian darah dan berdimensi fisik ( Raga).
b.      Paseduluran/persaudaraan/أأخوة, adalah setiap orang yang terhubung karena adanya pertalian hati serta keyakinan, dan berdimensi spiritual (Jiwa).

Belajar dari kisah-kisah ummat terdahulu,dapat kita jadikan bahan renungan :
Kisah yang berkaitan dengan saudara sedarah :

1.    Kisah perseteruan dan pembunuhan pertama kali terjadi dalam sejarah kehidupan manusia adalah antara Qobil dan Habil, yang merupakan saudara kembar, putra dari Nabi Adam AS. ( Kejahatan individu )
2.    Ada lagi karena sifat iri dan dengki pula, kita diingatkan dengan kisah konspirasi jahat yang dilakukan oleh saudara-saudara Nabi Yusuf AS kepada Nabi Yusuf AS. ( kejahatan bersama/konspirasi ).

           Sedangkan kisah yang berkaitan dengan persaudaraan, adalah :

3.    Kisah Rasulullah SAW dengan Ali bin Abi Thalib RA.(hubungan darah).
4.    Kisah persaudaraan antara kaum Muhajirin dank kaum Anshor di Madinah pada saat Hijrah bersama Rasululloh SAW.

Dari contoh-contoh kisah diatas, dapat kita simpulkan, bahwa :
A.    SAUDARA, tetapi tidak melakukan PERSAUDARAAN, hasilnya : NERAKA.
      Contoh no. 1 & 2
B.    SAUDARA, dan melaksanakan PERSAUDARAAN, hasilnya : SURGA
      Contoh no. 3
C.   BUKAN SAUDARA, dan melaksanakan PERSAUDARAAN, hasilnya : KEBAHAGIAAN.
      Contoh no. 4
D.   BUKAN SAUDARA, dan tidak melakukan PERSAUDARAAN, hasilnya : KERESAHAN. 

Dalam melakukan hubungan persaudaraan, contoh yang sangat baik adalah :
Persaudaraan antara Abdurrahman bin Auf ( muhajirin ) dan Saád bin Rabi’(Anshor).
Saat Abdurrahman bin Auf hijrah bersama Rasululloh, kemudian di persaudarakan dengan Saád bin Rabi’
Sa’ad menawarkan harta yang dimilikinya itu kepada Abdurrahman. Sa’ad berkata kepada Abdurrahman,
“Sesungguhnya aku adalah orang yang paling banyak hartanya di kalangan Anshar. Ambillah separuh hartaku itu menjadi dua. Aku juga mempunyai dua istri. Maka lihatlah mana yang engkau pilih, agar aku bisa menceraikannya. Jika masa iddahnya sudah habis, maka kawinilah ia..”
Kemudian Abdurrahman menjawab, “Semoga Allah memberkahi bagimu dalam keluarga dan hartamu. Lebih baik tunjukkan saja mana pasar kalian?”. 
Sebagai penerima tamu, Saád sangat luar biasa menyambut kedatangan saudaranya tersebut, namun sikap dari seorang Abdurrahman, juga tidak kalah hebatnya, dengan mendoakan dan menjaga harga diri, agar tidak menjadi beban orang lain.

Sungguh, sebuah nasehat dari kedua orangtuaku yang tidak pernah sekolah, namun juga tidak pernah berhenti untuk belajar dan terus belajar. 
Belajar dari makna paseduluran




(Allohummaghfirlii waliwalidayya warhamhuma kama robbayanii soghiroo)

 






Jumat, 05 Agustus 2016

LEADER IS AN EAGLE

 Together.png

You will fly and float in the sky alone. Than very lonely…….”

Sahabatku…………

Menjadi seorang pemimpin, sesungguhnya telah menjadi takdir bagi setiap manusia.
{ QS Al-Baqarah (2) : 30 }.
Dan bagi setiap leader/pemimpin, akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat.
Jika kita seorang leader/pemimpin,….
Pasti suatu ketika, kita akan merasa dan mengalami seperti judul tulisan ini.
Bagai elang yang terbang dan melayang sendirian,……….. sangat kesepian……….
Kenapa kita merasa kesepian???. 

Padahal mungkin saja pada saat itu,banyak anak buah kita yang hadir dan mengerumuni kita????.
Perasaan sepi, hampa dan sunyi itu akibat, kita merasa tidak punya teman sebagai partner sekaligus teman curhat, atas masalah atau beban yang sedang kita rasakan, yang tidak mungkin/mustahil akan kita sharing dengan anak buah kita.
Kok bisa????????????????.
Ya sudah pasti dan sangat jelas dong……
Masa seorang komandan/pemimpin, akan menunjukkan kegalauannya dihadapan anak buah???. Bagaimana nantinya????.
Anak buah bisa-bisa akan kehilangan apresiasi dan loyalitasnya pasti.
.
So,….Marilah kita menjadi seorang pemimpin, yang selalu menjadikan Alloh swt, sebagai satu-satunya tempat dalam curhat atas segala kegalauan kita.
Insya Alloh………

Self Assessment


10391642_101671076528485_3698518_n.jpg


Akhlak atau sifat kepribadian yang sangat dibutuhkan bagi seorang
PEMIMPIN dan CALON PEMIMPIN adalah :
1. SENSE OF CRISIS, yakni memiliki sikap empathy terhadap kesulitan
dan kesedihan dari orang lain, seperti rakyat, ataupun para pengikutnya.
2. STRIVE FOR EXCELENCE, memiliki sikap optimistis dengan cara
mampu memberikan harapan serta berusaha mewujudkan tercapainya
kebahagiaan tersebut kepada rakyat dan para pengikutnya.
3. AFFECTIVE, memiliki sifat kasih sayang. yaitu mampu memberikan
suasana yang teduh dan mengayomi kepada seluruh rakyat,
serta kepada semua makhluk didunia ini.

Sungguh berat tantangan bagi seorang pemimpin. maka wajar, jika berhasil
maka balasannya surga terbaik, tetapi juga sebaliknya.
Sebagai suri tauladan kami :
Rosululloh SAW adalah contoh pemimpin yang mampu melaksanakan hal ini.
================================================
Mari kita mentadzaburi Alqurán, QS At-Taubah : 128.